26 Februari 2015

Memori demi memori terlintas dikepala
Seakan mengulang rekaman yang menakutkan
Rekaman yang diambil oleh penglihatan
dan suara oleh pendengaran


Gemuruh pagi itu terdengar jelas
Gocangan semakin terasa
Kepanikan dimana-mana
Berlalu lalang tanpa tujuan


Laut tak kuasa menahan mualnya
yang hanya hitungan detik
memuntahkan segala isi perutnya

Seketika gulungan air datang
menjulang tinggi bagai ingin terbang
tetapi gravitasi seolah melarangnya
sehingga diterpalah mahluk kecil didepannya.

Teriakan, Takbir, Doa semuanya lenyap
Hilang
Sunyi
hanya gemuruh air yang berbicara


Tak sadarkan diri
pagi bertemu malam
dan begitu seterusnya.

Seketika mata terbuka
penglihatan kabur entah kemana
karena sudah lama tertutup oleh debu dan tanah
disaat sudah melihat jelas.


Semua rata, hanya lambang pramuka yang sudah besar
masih berdiri kokoh tak bergeser
jasad tak jiwa berserakan dimana-mana
dan mata inipun menutup lagi karna tak kuasa
melihat kepedihan teramat sangat.


Tsunami Aceh , 26/12/2014

Komentar

Postingan Populer