9 Maret 2015
Rembulan tersipu malu dibalik awan
Para bintang mengunci diri dalam kamar
entah ada apa malam ini?
semua enggan memunculkan diri.
Suara jangkrik terdengar jelas
diikuti kunang-kunag berterbangan
begitu juga aliran sungai berjalan perlahan
sunyi, sepi, dan damai.
Bagaimana keadaanmu disana?
terlintas begitu saja dibenakku,
pertanyaan yang selama ini terpendam
biarlah kalimat itu terbawa hembusan angin
ingin sekali jiwaku terbang bebas,
menikmati keindahan malam tanpa batas
mengunjungimu dan melihat rupamu
itu salah satu bentuk keindahan itu.
Apadaya diriku sekarang
hanya berkhayal keluar permukaan
terbang kesana kemari,
hingga menemukan atmosfir tersendiri,
Hei bunga mawar tak berduri
apakah kau mendengar jeritan hatiku?
Jeritan yang selalu berulang-ulang
bahwa sesungguhnya "aku merindukanmu"
23:36 WIB
Komentar
Posting Komentar