Opini Pembangunan Politik, Politik atau Ekonomi?



Mengapa Harus Sektor Ekonomi?

Pembangunan Politik terdapat beberapa definisi yang intinya adalah bagaimana suatu Negara dapat mengembangkan bermacam-macam sektor yang ada didalamnya, dari sektor ekonomi, politik, ideology, pertahanan, keamanan, dsb. Tapi yang menjadi focus kita saat ini didalam era teknologi yang sangatlah cepat perkembangannya dengan dikeluarkannya teknologi-teknologi Artificial Intelligence, yang dimana manusia sudah dapat membuat kecerdasan untuk robot.

Revolusi Industri 4.0 merupakan suatu contoh bagaimana perkembangan teknologi yang sangatlah berarti bagi kehidupan manusia di abad-21 ini, semua sektor ekonomi, politik, pertahanan, dsb sudah banyak menggunakan teknologi yang canggih untuk membantu pertumbuhan di sektor masing-masing, apabila kita lihat di Amerika Serikat yang menggunakan E-Voting pada saat pemilu, Negara-negara maju sudah menerapkan cashless dalam pembayaran sehingga pembayaran dilakukan dengan hanya men-scan barcode, banyak sekali kemajuan teknologi yang kita alami, tapi apa dampaknya terkait dengan pembangunan didalam sektor ekonomi?

Indonesia dewasa ini merupakan sebuah Negara yang mulai diperhitungkan dunia terkait dengan pertumbuhan ekonominya, Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 5,07% pada tahun 2017 dan meningkat menjadi 5,17% di tahun 2018. Ini perubahan yang signifikan yang dapat membuktikan bahwa sektor ekonomi merupakan sektor yang dapat diperhitungkan, apalagi didalam pertumbuhan yang signifikan tersebut penyumbang terbanyak merupakan sektor jasa yaitu lapangan usaha jasa yang mencapai 8,89%.

Ini menandakan bahwa keharusan Indonesia memperhatikan perkembangan politik didalam sektor ekonomi, mengapa demikian? Apakah sektor politik tidak perlu dalam pembangunan ekonomi?. Pada nanti setelah Revolusi Industri sudah dimulai yang diperkirakan pada tahun 2025, maka semua tatanan kehidupan manusia akan serba digital, bukan hanya mesin yang bergerak otomatis saja, tetapi banyak hal yang akan berubah. Mungkin perilaku manusia juga akan berubah karena mengikuti perkembangan teknologi itu sendiri, karena semua akan menjadi serba instant dan tanpa harus mengeluarkan tenaga yang lebih untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan.

Indonesia harus menyiapkan pembangunan dalam sektor ekonomi mengapa demikian? Karena nanti apabila Indonesia telat untuk mencari celah peluang keuntungan terkait dengan Revolusi Industri maka dapat dipastikan pertumbuhan perekonomian Indonesia akan terhambat. Mengapa sektor politik di nomor keduakan? Karena pada dasarnya kitapun sebagai warga negara tak luput dari pengawasan pemerintah dengan aturan-aturan yang sudah dibuat melalui Undang-Undang, serta rakyat harus patuh dan tunduk terhadap regulasi yang ada.

Terkadang pertumbuhan ekonomi terhambat karena regulasi yang dibuat pemerintah, atau pemerintah lamban dalam membuat regulasi sesuai dengan perkembangan teknologi, kita ambil contoh terkait dengan Go-Jek, Go-Jek merupakan perusahaan jasa dibidang transportasi online yang sudah menjadi decacorn pada tahun ini, dan jelas ini merupakan sebuah asset yang harus dipertimbangkan oleh pemerintah.

            Tetapi pada perjelanannya regulasi terkait dengan transportasi online sangatlah lamban, Negara tidak mengantisipasi terkait dengan regulasi transportasi online, Go-Jek berdiri di tahun 2010 dan transportasi online booming pada tahun 2014, tetapi tidak ada payung hukum yang menaungi mereka, sehingga untuk penerapan tarif transportasi online jadi sulit dan para driver sering mengalami diskriminasi oleh oknum-oknum yang menolak adanya transportasi online pada tahun 2018 barulah dibuat regulasi terkait dengan transportasi online, ini contoh kecil dimana sektor politik menghambat pertumbuhan ekonomi yang ada.

Mengapa ini bisa terjadi? Didalam sektor politik di Indonesia Sumber Daya Manusia yang duduk di parlemen belum siap terkait dengan kemajuan teknologi yang terlalu cepat sehingga untuk menentukan arah kebijakan yang harus diambil juga menjadi lamban, atau mungkin mereka tidak dapat mengantisipasi terkait dengan perubahan teknologi yang sangat cepat ini. Agar Indonesia tidak “kecolongan” lagi tentang hal ini mungkin sebaiknya Indonesia harus merefleksikan diri menata Sumber Daya Manusia yang mumpuni dan siap akan segala perubahan keadaan yang ada.

Sektor politik juga menjadi faktor dari naik atau turunnya harga saham, karena apabila pemerintah mengeluarkan kebijakan tetapi berdampak buruk bagi suatu perusahaan maka dapat dipastikan saham diperusahaan yang terkena dampak tersebut akan turun, dan pemilu mungkin bisa jadi salah satu contoh lagi terkait dengan naik-turunnya harga saham, mengapa?

Karena para investor akan menahan diri untuk menaruh saham di Indonesia karena masih belum mengetahui terkait dengan kebijakan apa saja yang akan dikeluarkan oleh elit yang terpilih nanti. Sehingga mungkin apabila ada investor yang sudah mempunyai prediksi tersendiri terkait dengan kerugian yang akan didapatkan apabila sudah terpilihnya elit politik yang ada maka ia akan menjual saham tersebut lebih awal daripada ia mendapatkan kerugian yang besar nantinya.

Apabila kita lihat kembali terkait dengan pembangunan politik pada sektor ekonomi, berarti Indonesia harus menemukan celah yang menjadi keuntungan nantinya didalam menghadapi revolusi industri 4.0, dengan cara melatih Sumber Daya Manusia yang ada untuk lebih kreatif dan inovatif, karena nantinya pekerjaan manusia mungkin akan digantikan oleh robot dan harus adanya antisipasi untuk bagaimana cara memanfaatkan teknologi untuk menumbuhkan sektor ekonomi tetapi juga berpikir bagaimana cara mengatur penempatan pekerjaan manusia yang sudah digantikan oleh robot sehingga tidak terjadi kemiskinan yang bertambah banyak karena Pemutusan Hubungan Kerja secara masal.
Atau mungkin juga karena faktor pembangunan ekonomi selalu terhambat karena faktor politik, maka perusahaan start-up , atau e-commerce membuat suatu kajian tentang apa saja regulasi yang dibutuhkan untuk mengatur mereka agar berkembang, bukan regulasi yang malah menghambat mereka untuk meng-explore inovasi mereka.

Indonesia harus mempunyai Sumber Daya Manusia yang sudah teredukasi terkait dengan pembangunan politik didalam sektor ekonomi dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa manusia merupakan faktor utama yang menentukan bagaimana perkembangan pembangunan politik selanjutnya. Karena tidak mungkin apabila teknologi semakin maju tetapi edukasi masyarakat tetap stagnan, maka dapat dipastikan bahwa apabila itu terjadi pihak luar dari Indonesia dapat masuk dan meraup untung yang besar karena masyarakat tidak mengetahui keuntungan tentang teknologi yang ada. Sehingga muncul budak-budak korporat yang bekerja untuk perusahaan asing tetapi bekerja dinegerinya sendiri.

Karena ini analisis yang mengambil contoh Negara Indonesia yang merupakan Negara berkembang maka sangatlah diharuskan melihat pembangunan politik dalam sektor ekonomi di Negara yang sudah maju, sehingga sektor politik pun dapat mengikuti perkembangan yang sudah terjadi di Negara-negara berkembang. Agar nantinya semua akan bisa berjalan beriringan, tanpa adanya sektor yang saling menghambat satu sama lainnya.

Image : https://i0.wp.com/www.maxmanroe.com/wp-content/uploads/2019/01/Revolusi-Industri-4-0-fix.jpg?resize=640%2C373&ssl=1


Komentar

Postingan Populer